Mendapati pesan : Error 1067: the process terminated unexpectedly, ketika restart mysql

on Monday, June 22, 2009

Sebulan ini permasalahan database digilib muncul. Bermula tidak jalannya database ketika ditelusur di internet. Mungkin waktu itu sempet listrik mati, dan UPS nggak jalan.
Mysql Admin juga bertanda merah. Upaya dilakukan, mulai dengan kembali remove mysql dan install ulang mysql versi 4.1 , masih belum bisa muncul bahkan kalaupun dipanggil lewat localhost. Mysql pun di remove lagi. Kemudian di coba install mysql versi 5. Hasilnya sama. Bolak balik restart mysql di services administrative tools, and then masalah baru muncul. Pesennya :

“Error 1067: the process terminated unexpectedly”


Padahal maslah inti belum terpecahkan…. 
Akhirnya, Hasil disscuss dengan PJ komputer di kantor dengan pertimbangan biar user tidak terlalu lama menunggu untuk kembali menggunakan database digital, diputuskan my Comp yg sedianya client krn punya kapasitas ram 1 Giga dipake server, gantikan server yg ram nya 256 MB.

Selanjutnya di isi program untuk digilib (GDL 4.0), dan mulai proses import sql dump. (Ini dia..untuuung sebelum error terjadi sudah di backup.. jadi datanya yg ilang Cuma dikiiiiit) Untuk susah senanggnya import sql Dump akan ada cerita sendiri. Karena perjalanannya yg juga ternyata nggak mulus karena metadata_XML hasil dumping yang banyak errornya. Yaaa… Alhamdulillah karena nggak pantang menyerah bisa juga di selesaikan. Plus berkat bantuan Navicat Mysql..keren lah…nuhunlah buat yang bikin navicat.

Setelah barter komputer, komputer yg dulunya server, baru dapet perhatian penuh..
Memulai lagi fokus dengan errorr 1067. Akhirnya kalau pikiran tenang & nggak pantang nyerah bisa juga diatasi.

Awalnya nemu suggestion yg pas. Ini pesen aslinya:

On a Windows Server with mySQL 5.0.18.

This problem appears after reinstalling mySQL using the installer.

Even after removing mySQL via the Add/Remove Programs interface, some
files persist. For example c:/Program Files/mySQL/mysql 5 etc etc/.
Remove those files (after backing them up of course). Then procede with
installation.

If you still have problems, start the mySQL server instance config
wizard and remove the installation. Then remove MySQL via the
Add/remove Programs interface and repeat the deletion of files
described above. Restart the computer -> Install again.

If you still have problems such as "Could not start service", try
naming the service otherwise eg MYSQL5 (not MYSQL) when installing.

Another site that might help solve your problem is:
http://www.openwin.org/mike/index.php/faq/mysql/error-cannot-create-
windows-service-for-mysql-error-0/

(mind the linebreak in the url above, you need to paste them together
in your browser address field)

Jon Nylander

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
On older versions the following could be relevant:

I believe this error occures when mysql is installed in an other
directory as c:\mysql. You should edit the my-example.cnf file and
change the paths to where you placed the mysql files. Then save
this file in c:\ .

open my-example.cnf in notepad or similar text editor, don't forget to
un remark the lines which you edit, and after that run the following at
command promptnet start mysql

and all should be fine :)

Another thing that helped was,
I uninstalled apache server installed on IIS, as it was in
conflict with the mysql sub directory. Mysql was installed in
c:\mysql

then remove the service from system tray
type at dos prompt net start mysql >
you will get a message service started successfully.
Then type winmysqladmin > the graphical interphase will open
with "green light". Then on you can work on IIS with mysql and php.

Dr Robert James
www.jamesmedline.com ; www.onlinemedicalforum.com/forum
info@jamesmedline.com
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


It seems that this error is about a wrong configuration of my.ini file.
You should try to change the my.ini file with another from the mysql
install directory. I've changed with my-small.ini and it work. Of corse
you need to delete the old my.ini and then rename my-small.ini as my.ini
and copy into C:\Windows directory. If you have set the path variable to
the mysql install directory you don't need to copy my.ini in C:\Windows
anymore.

Alexandru Mihai
amihaita@yahoo.com


Karena yg dipake server adalah versi lama yaitu Mysql versi 4.1, maka suggestnya
Alexandru Mihai yg ku pake. Langkah2 ini yg dilakukan:

1. Cari My.ini file dari Mysql yg kita install. In this case, Ada di C:\Program Files\MySQL\MySQL Server 4.1
Di Folder ini ditemukan file *.ini ada2 : My.ini dan My-small.ini
2. Untuk hati2 copykan dulu My.ini ke data sementara ( siap2 kalau2 langkah2nya salah, kan bisa di restore) kemudian delete My.ini file.
3. Rubah/rename My-small .ini dengan My.ini
4. Copykan My.ini file ke C:\ windows, bila sudah ada My.ini file di sana, lakukan langkah 2.
5. Kemudian cobalah start mysql di service administrative tools
Alhamdulillah jalan dengan lancar… Thanks Mihai…


Masalah 1 selesai.

Setelah web server di restart, cek di localhost :hasilnya masih ada pesan:

Warning: Can't connect to MySQL server on '127.0.0.1' (10061) in C:\apache\htdocs\gdl40\conf\system.conf on line 33
Unable connect to server. Server is not ready.

Untuk maslah ini, next continue di cerita lainnya…
Nggak ada maksud lain, ditulis biar nggak lupa kalo nemu maslah sama, hope temen lain yg punya masalah sama bisa terbantu.

Jember, 17 April 2009

Read More..

Printer Spooler SubSystemm App has stoped working ... jadi teu bisa ngeprint

on Wednesday, March 4, 2009

Hari Selasa, 24 Februari 2009 kemarin. Waktu mau ngeprint salah satu hasil desain di Powerpoint, printer tiba2 ngadat. Padahal hari ini, rencananya mau ngeprint hasil edit dokumen SMM, untuk distor ke BPM. Jurus pertama sih di restart . Cek satu file word, bisa. Begitu di coba file Powerpoint yag tadi, eh...error. Ini dia neh biang kerok. Welcome MR. Spyware, etc... Emang ye.. meski dah dipasang 2 anti virus, masih aja ada yang lewat.

Pesan yang muncul kemudian adalah " Printer Spooler SubSystemm App has stoped working"



Di coba di CP >> administrative tools >> services>> kmudian restart Printer spooler.. ternyata nggak membantu.
Akhirnya jurus singkat ask Uncle GOOGLE Search... setelah kesasar kemana-mana akhirnya nemu yang PAAAS.

Pertama, dari http://www.securitystronghold.com/solutions/spooler-subsystem-app-error-encountered-problem.html, dapat pencerahan. Tapi yang ini harus bayar.

Kedua , yang ngebantu banget neh dari om http://dabrus.blogspot.com/2008/05/akibat-spoolsvexe-memakan-memori-cpu.htm

1. Pasca baca om dabrus, langsung paktek download taskmanager untuk nembak virus, etc, ternyata filenya nggak mau dibuka
2. Terus dicoba aja langkah berikutya.
3. Matikan dulu service print spooler di service administrative tool
4. Delete semua isi yang ada di bawah root C:/ windows/system32/spool/printer
5. Delete aja dah file yang ada di sana.
6. Hidupkan kembali printer spooler di service
7. Coba dah ngeprint..
8. Tarammmm... Alhamdulillah bisa..
Wah coba kalau nurut Mr. T, Jawabannya mah enteng.. diformat aja da..paling virus..
Jadi nggak dapet ilmu tuh kan?...



Read More..

Menjelang akhirmu...

on Wednesday, September 24, 2008

Baru kemarin, serasa.
Dan sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera berlalu. Entah ada rasa was-was dalam hati, lebih baikah dari Ramadhan tahun lalu?
Tahun ini, agenda mudik ke Garut cukup menyita waktu penggalan akhir di bulan ini, padahalseharusnya inilah saat-saat semua amalan harus tetap dijaga keistiqomahannya, saat amarah harus tetap terjaga, saat semua bisa berjalan dengan tertata apik.
Cobaannya ternyata cukup kenceng, ada aja yang bisa jadi masalah,
Mulai urusan anak, sensi sama hubby, budget mudik yang selangit, dsb.
Eit...masalah atau kita sendiri yang mempermasalahkan ya??
Namun jelas kita nggak boleh kalah, program Ramadhan harus tetap rampung. Khotmul Quran yang di target 2 kali. Hafalan yang harus di refresh lagi. de es be.
Semoga. Ada sedikit waktu, sebelum akhirmu datang...
Seperti yang ditakutkan para sahabat.


Read More..

Jadikan Kami Kaya

on Wednesday, September 17, 2008

Siapa tidak kenal Umar Bin Khatab?
Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.
Pada masa kekahlifahannnya umar mempu mengambil alih negara Mesopotamia, Mesir, Palestina, smapai Afrika Utara. Namun siapa tidak kenal kesederhanaan Umar. Gaya hidupnya tetap sama seperti saat islam belum berjaya. Umar masih terbiasa tidur di emperan Mesjid, sendiri, tanpa bodyguarad apalagi protokoler. Kedekatannya dengan orang miskin ditulis sejarah.

Berbeda jaman, meski sama Islam, berbeda gaya. Pemandangan mencolok yang kita dapatkan hari ini. Satu sisi ada pejabat yang berlibur ke luar negeri dengan biaya negara, menurut berita Jawa Pos di tahun 2007 Anggaran kunjungan kerja (kunker) para anggota DPRD Jatim ke luar negeri pada 2007 akan meningkat dari Rp 3 M menjadi Rp 5 M pada APBD 2007. Ada anggota dewan yang bisa kunker ke LN dua hingga tiga kali dalam setahun, tapi ada juga yang hanya sekali.

Mereka yang bisa menikmati kunker lebih dari satu kali itu adalah anggota dewan yang menduduki jabatan rangkap di komisi, panmus, panggar, hingga PURT. Dengan anggaran Rp 3 miliar, setiap anggota dewan mendapat bekal Rp 30 juta untuk sekali kunker ke luar negeri. Tentu saja, itu belum termasuk uang saku dari eksekutif maupun tambahan pendapatan lain.

Namun tanggal 15 September kemarin, ada berita yang mengaduk-ngaduk perasaan. 22 orang miskin meninggal terinjak-injak saat antri Zakat sebesar 30.000 rupiah.
30 ribu bagi orang kaya adalah sangu anak jajan tiap hari, namun bagi yang miskin 30 ribu adalah jumlah besar. 30 ribu bagi yang kaya jelas tidak ada artinya, namun bagi mereka????..

Ya Allah, nggak tahan juga air mata ini. ENGKAU ingatkan kami, hambamu yang jarang bersyukur. Yang selalu merasa kurang. Yang mungkin melalaikan titipanmu, ORANG MISKIN dan ANAK YATIM.

15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka dia akan berkata: "Tuhanku Telah memuliakanku".
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka dia berkata: "Tuhanku menghinakanku"[1575].
17. Sekali-kali tidak (demikian), Sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim[1576],
18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin,
19. Dan kamu memakan harta pusaka dengan cara mencampur baurkan (yang halal dan yang bathil),
20. Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan.
21. Jangan (berbuat demikian). apabila bumi digoncangkan berturut-turut,
22. Dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.
23. Dan pada hari itu diperlihatkan neraka jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya.

[1575] Maksudnya: ialah Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan bahwa kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti yang tersebut pada ayat 15 dan 16. tetapi Sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.
[1576] yang dimaksud dengan tidak memuliakan anak yatim ialah tidak memberikan hak-haknya dan tidak berbuat baik kepadanya. (Q.S Al Fajr : 15-23).


Ya Allah ampuni kami.Jadikanlah kami orang kaya yang memberikan berkah bagi yang lainnya.

Read More..

10 Indikasi "Gagal" Meraih Keutamaan Ramadhan

on Sunday, September 14, 2008

Bulan, minggu dan hari bergulir detik demi detik berlalu saat ini, kita bersama lagi dalam selaksa berkah di bulan suci nafas kita hari ini begitu mahal satu hembusanpun tak boleh terbuang sia-sia. "Beberapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga…" (HR Bukhari dari Muslim) Hadits Rasulullah tersebut harusnya dapat membangkitkan kewaspadaan kita untuk menjauhi dan tidak terjerumus didalamnya. Apalah artinya bila puasa hanya meninggalkan kering pada kerongkongan dan lapar di dalam perut ? Kegagalan yang dimaksud tentu bukan klaim yang pasti. Itu memang hak Allah semata
Tapi setidaknya kita perlu berhitung dan memiliki neraca agar segenap amal ibadah kita bulan Ramadhan ini benar-benar berbobot, hingga kita bisa lulus dari Ramdhan menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Amiiin
Pertama, Ketika kurang optimal melakukan "Warning up" dengan memperbanyak ibadah sunnah di bulan Sya'ban. Ibarat sebuah mesin, memperbanyak ibadah sunnah di bulan Sya'ban berfungsi pemanasan bagi ruhani dan fisik untuk memasuki bulan Ramadhan. Berpuasa sunah, memperbanyak ibadah, tilawah Qur'an sebelum Ramdhan, akan menjadikan suasana hati dan tubuh kondusif untuk pelaksanaan ibadah di bulan puasa
Kedua, Ketika target membaca Al-Qur'an yang dirancangkan minimal satu kali khatam, tidak terpenuhi selama bulan Ramadhan. Dibulan ini pembacaan al-Qur'an merupakan bentuk ibadah tersendiri yang sangat dianjurkan. Orang yang berpuasa di bulan ini sangat di anjurkan memiliki al-Qur'an yang lebih baik dari bulan-bulan selainnya. Kenapa minimal harus dapat menghatamkan 1 kali sepanjang bulan ini ? karena memang itu adalah target minimal pembacaan al-Qur'an yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Ketika Abdullah bin Umar bertanya kepadanya, "Berapa lama sebaiknya seseorang menghatamkan al-Qur'an. Rasul menjawab, "Satu kali dalam satu bulan". Abdullah bin Umar mengatakan," Aku mampu untuk lebih lebih dari satu kali khatam dalam satu bulan." Rasul berkata lagi, "Kalau begitu, bacalah dalam satu pekan." Tapi Abdullah bin Umar masih mengatakan bahwa dirinya masih mampu membaca seluruh al-Qur'an lebih cepat dari satu pekan. Kemudian Rasul mengatakan ,"Kalau begitu, bacalah dalam tiga hari ".
Ketiga, Ketika berpuasa tidak menghalangi sesorang dari menjaga mulut seperti membicarakan keburukan orang, mengeluarkan kata-kata kasar, membuka rahasia, mengadu domba, berdusta dan lain sebgainya. Mulut merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sukar untuk dikendalikan namun nilainnya sangat mahal. Rasulullah berpesan, adakalanya kalimat buruk yang sering diucapkan oleh seseorang, tapi karena Allah tidak ridha dengan kalimat itu, orang tersebut dimasukan kedalam neraka (HR. Ahmad).
Keempat, Ketika berpuasa tidak bisa menjadikan pelakunya berupaya memelihara mata dari melihat yang haram. Puasa yang tidak menambah pelakunya lebih memelihara mata dari yang haram, menjadikan puasa itu nyaris tak memiliki pengaruh apapun dalam perbaikan diri. Karenanya boleh jadi puasanya secara hukum sah, tapi substansi puasa itu tidak akan tercapai.
Kelima, Ketika malam-malam Ramadhan tak ada bedanya dengan malam-malam selain Ramadhan, salah satu ciri khas malam bulan Ramadhan adalah Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghidupkan malam dengan shalat dan do'a-do'a tertentu. Ibadah shalat malam di bulan Ramadhan yang biasa disebut tarawih, merupakan amal ibadah khusus di bulan ini. Tanpa menghidupkan malam dengan ibadah tarawih, tentu seseorang akan kehilangan momentum berharga. Selain itu, di dalam shalat ini pula Rasulullah mengajurkan doa-doa khusus yang insya Alalh akan diijabah oleh Allah swt. Diantara do'a yang perlu diperbanyaki dalam shalat tarawih adalah," Allahuma inni as aluka ridhaka Wal jannah wa na'udzu bika min sakhotika wan naar". Ya Allah, aku mohon keridhaan-Mu dan surga-Mu dan Aku mohon perlindungan-Mu dari neraka-MU.." Keenam, Jika saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan nafsunya yang tertahan sejak pagi hari hingga petang. Menjadikan saat berbuka sebagai kesempatan "balas dendam" dari upaya melawan hawa lapar dan haus selama siang hari. Bila terjadi seperti ini nilai puasa akan hilang. Puasa menjadi kecil tek bernilai dan lemah unsur pendidikannya ketika upaya menahan dan mnegendalikan nafsu itu hancur oleh pelampiasan nafsu yang dihempaskan pada saat berbuka puasa.
Ketujuh ,Ketika bulan Ramadhan tidak dioptimalkan untuk banyak berinfaq dan bersadaqah. Rasulullah seperti di gambarkan dalam sebuah hadits menjadi sosok yang paling murah dan darmawan di bulan Ramdhan, hingga kedermawanannya mengalahkan angin yang tertiup.
Kedelapan, Ketika hari-hari menjelang Idul Fitri sibuk dengan persiapan lahir, tapi tidak sibuk dengan memasok perbekalan sebanyak-banyaknya pada 10 malam terakhir untuk memperbanyak ibadah. Lebih banyak berfikir untuk merayakan Idul Fitri dengan berbagai kesenangan, tapi melupakan suasana akan berpisah dengan bulan mulia tersebut. Rasulullah dan para sahabatnya memperbanyak beribadah berdzikir dan berupaya meraih keutamaan malam seribu bulan, saat diturunkannya al-Qur'an. Pada detik-detik terakhir menjelang usainya Ramadhan mereka merasakan kesedihan mendalam karena harus berpisah dengan bulan mulia itu. Sebagian mereka bahkan menangisi karena akan berpisah dengan bulan mulia. Adajuga yang berguman jika mereka dapat meresakan Ramadhan sepanjang tahun.
Kesembilan, Ketika Idul Fitri dan selanjutnya dirayakan laksana hari "merdeka" dari penjara untuk kembali melakukan berbagai penyimpangan. Fenomena ini sebenarnya hanya akibat pelaksaan puasa yang tak sesuai dengan adabnya. Orang yang berpuasa dengan baik tentu tidak akan menyikapi Ramadhan sebagai pengengkang.
Kesepuluh, Setelah Ramadhan, nyaris tidak ada ibadah yang ditindaklanjuti pada bulan-bulan selanjutnya. Misalnya memelihara kesinambungan puasa sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur'an. Amal-amal satu bulan Ramadhan, adalah bekal pasokan agar ruhani dan keimanan seseorang meningkat untuk menghadapi sebelas bulan setelahnya. Namun orang akan gagal meraih keutamaan Ramadhan, saat ia tidak berupaya menghidupkan amal-amal ibadah yang pernah ia jalankan dalam satu bulan itu.
Wallahu a'lam busahawab. Dikutip : dari majalah Tarbawi edisi Ramadhan http://www.al-ukhuwah.com/article_detail.php?id=97

Read More..

tafsir

Arti An Nas: Manusia
Termasuk Isim Jama

Betapa Al Quran sangat perhatian terhadap manusia, sehingga ada surat bernama An- Nas. Di dalamnya hanya satu ayat yang tidak diakhiri dengan An Nas.

Sesungguhnya Isi Al quran 2:
1. Membicarakan manusia
2. Ditujukan kepada manusia

Penjelasan Ayat Pertama s.d Ketiga :
Perintah Allah Kepada Muhammad untuk mengajarkan kepada manusia:


1. Katakanlah dengan nama tuhan manusia.
Memberikan pemahaman bahwa Allah itu dekat dengan kita manusia.

Robbinas = Allah,
2. Malikinass.
Ketika memberikan pelajaran dengan menggunakan sifat Allah. Hanya dia tempat berlindung. Sehingga manusia hanya menyerahkan hidupnya hanya kepada Allah.
3. Ilahinnas
4. Dari kejahatan bisikan syaithon yang terbiasa tersembunyi.
Allah telah memberikan pemahaman bahwa pertarungan akan terjadi sepanjang masa.

Benteng dari bisikan iblis:
• Keimanan
• Ad dzikir
• Al Istiadah (minta perlindungan)

Jadi jika terkuasai syaithon, manusia berada di luar benteng tersebut.

5. Yang memberikan was was yang meyerang hati manusia.

Syaithon akan terus menggoda manusia. Terutama hati kita.

6. Dari golongan jin dan manusia.
Syaithon dari golongan manusia bisa lebih berb

Read More..

Kesederhanaan

on Wednesday, September 10, 2008

Rubrik: Taujihat Tgl: 25/5/2005
Oleh Syamsu Hilal

Pada suatu kesempatan, Khalifah Umar bin Abdul Aziz shalat Jum’at di masjid bersama masyarakat dengan baju yang bertambal di sana-sini. Salah seorang jamaah bertanya, ”Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadamu kenikmatan. Mengapa tak mau kau pergunakan walau sekedar berpakaian bagus?” Umar bin Abdul Aziz tertunduk sejenak, lalu dia mengangkat kepalanya dan berkata, ”Sesungguhnya berlaku sederhana yang paling baik adalah pada saat kita kaya, dan sebaik-baik pengampunan adalah saat kita berada pada posisi kuat.”
PKS Online: Tahun 1986, sewaktu di SMA 13 dulu, ada seorang teman sekelas dari kalangan orang berada beberapa kali mengenakan pakaian seragam sekolah dengan satu atau dua tambalan di bagian bahu dan lengan. Beberapa teman lain, sering mengingatkannya agar mengganti seragamnya dengan yang baru. Tapi, sambil tersenyum, teman itu berkata, ”Tanggung ah, sebentar lagi juga lulus!”


Meski mengenakan pakaian bertambal, teman saya ini tidak merasa malu, risih, atau rendah diri. Dan teman-teman yang lain pun tidak memandang rendah atau menganggapnya miskin, karena memang dia bukan orang miskin. Ketika sebagian besar siswa lainnya berangkat sekolah dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik kendaraan umum, teman yang satu ini mengendarai sepeda motor. Pada waktu itu, hanya beberapa siswa saja yang ke sekolah dengan sepeda motor. Belum ada yang membawa mobil seperti anak SMA sekarang.

Ceritanya, mungkin, akan lain bila yang mengenakan seragam bertambal itu adalah saya, yang alhamdulillah, berasal dari keluarga sederhana. Barangkali teman-teman lain tidak ada yang berani mengingatkan saya agar membeli seragam baru. Dan mungkin juga teman-teman memaklumi saya, jika waktu itu saya menegenakan seragam bertambal. Dan saya pun, mungkin, akan merasa malu, risih, atau rendah diri.

Maka benarlah, nasihat Khalifah Umar bin Abdul Aziz di atas. Bahwa gaya hidup sederhana yang ditampilkan orang kaya, sedikit pun tidak akan membuatnya rendah atau hina. Orang-orang pun tidak akan mencibirnya. Bahkan sebaliknya, bisa jadi orang lain kagum melihat gaya hidup sederhana orang kaya tersebut. Seperti komentar raja Romawi terhadap perilaku sederhana Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Ketika mendengar kabar Umar bin Abdul Aziz wafat, Kaisar Romawi yang paling sengit memusuhi Islam pada waktu itu berkata, ”Aku tidak heran bila melihat seorang rahib yang menjauhi dunia dan melulu beribadah. Tapi, aku betul-betul heran ketika melihat seorang raja yang memiliki kekayaan begitu besar, lalu dibuangnya jauh-jauh, sehingga ia hanya berjalan kaki dan lebih memilih kehidupan seperti layaknya fakir miskin.”

Umar bin Abdul Aziz adalah cermin yang tak pernah pudar. Sejarah hidupnya abadi, dan menjadi inspirasi bagi orang-orang yang senantiasa mendambakan kemudahan ketika dihisab di yaumil akhir kelak. Kedudukan, kekuasaan, dan kekayaan yang ada di tangannya tidak membuat dirinya berpenampilan perlente, meskipun pejabat-pejabat lain yang merupakan bawahannya banyak yang berpenampilan mewah. Tak sedikit pun ada di benak Khalifah Umar bin Abdul Aziz kekhawatiran kalau-kalau rakyat, para pejabat, atau kepala negara lain meremehkannya atau menganggapnya kere lantaran berpenampilan sederhana.

Kedudukan dan kekayaan pasti akan menjadi ganjalan dan memperlambat hisab pada hari dimana semua manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan Pengadilan Allah Swt. Pengadilan Allah Swt. sangat berbeda dengan pengadilan manusia di dunia. Di pengadilan dunia masih sering terjadi bias dan kekeliruan, sehingga seseorang dapat lepas dari jerat hukum. Sementara di pengadilan akhirat, tak seorang pun yang bisa lolos dari hukum Allah Swt.

Bukti-bukti yang ditampilkan di pengadilan dunia juga kurang detil dan tidak rinci, sehingga seseorang dapat berkilah, berdalih, dan menghilangkan barang bukti. Sebaliknya, di pengadilan akhirat semua perilaku manusia dibentangkan, seperti keping VCD yang sedang menampilkan semua rekaman sepak terjang manusia selama hidup di dunia. Kalau di pengadilan dunia, hitungan angka-angka masih mengenal pembulatan, maka di pengadilan akhirat istilah pembulatan angka itu tidak berlaku. Semuanya ditampilkan secara detil dan terperinci.

”Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula” (QS Al-Zalzalah: 7-8).

Pada sebuah pengajian di Pondok Gede, seorang ustadz mengungkapkan kekhawatirannya melihat penampilan sebagian kader dakwah yang mengarah kepada – menurut istilah beliau – gaya hidup Qarunisme. Ustadz tersebut mengungkapkan beberapa gejala tanaafus bii al-maal (berlomba-lomba dalam harta), seperti semangat memiliki rumah baru, mobil baru yang tidak cuma mempertimbangkan fungsinya, handphone canggih meski pemanfaatannya tidak optimal, pakaian perlente, rapat dari hotel ke hotel, dan lain-lain.

Beberapa di antara mereka, lanjut sang ustadz, mulai berusaha mendapatkan proyek dengan memanfaatkan akses politiknya. Alasan mereka, ”Daripada proyek itu diambil oleh kaum oportunis dan para petualang politik, lebih baik proyek itu diberikan kepada kader dakwah. Pasti akan lebih bermanfaat.”

Sang ustadz pun menambahkan, sebagian di antara mereka, terutama aleg di daerah-daerah, ada juga yang menerima amplop yang semestinya ditolak. Mereka beralasan, ”Daripada ditolak dan nantinya digunakan oleh orang lain untuk foya-foya atau hura-hura, lebih baik diterima dan digunakan untuk kepentingan masyarakat atau untuk dakwah. Bahkan ada aleg di daerah yang ketika ditegur mengapa menerima amplop, ia menaawab, lupa” Di akhir ceramahnya, sang ustadz mengingatkan kepada para jamaah agar tidak malu hidup dalam kemiskinan atau kesederhanaan. Beliau lalu mengkampanyekan penerapan pola hidup sederhana.

Kekhawatiran serupa diangkat oleh salah seorang ustadz pada pertemuan anggota ahli se-Kota Bekasi di Jati Asih. Sang ustadz yang menjadi pembicara pada waktu itu menengarai adanya gejala tanaafus bii al-maal di beberapa kalangan kader dakwah.

Sekedar mengingatkan, kalau dulu dalam setiap majelis-majelis pertemuan, para ikhwah atau akhwat selalu membawa Al-Qur`an di sakunya. Sekarang Al-Qur`an sering teringgal di rumah, meski memang dengan perkembangan teknologi, kini Al-Qur`an sudah bisa masuk dalam ponsel. Dulu, sebagian besar ikhwah maupun akhwat kerap memanfaatkan waktu rehatnya dengan membaca dan menghafal Al-Qur`an. Sekarang sebagian ikhwah maupun akhwat sering terlihat sibuk mengutak-atik handphone-nya di saat-saat jeda acara, atau bahkan di saat acara tengah berlangsung.

Tulisan ini hanya sekedar untuk mengingatkan tentang fitnah harta, jabatan, dan kekuasaan sebagaimana yang dijelaskan di dalam Al-Qur`an al-Karim dan Hadits Rasulullah Saw. Harta, jabatan, dan kekuasaan itu pasti akan menyibukkan seseorang dan menyita waktu dan pikirannya, sehingga akan mengurangi kekhusyu’an dalam beribadah kepada Allah Swt.

Ingatlah kisah sahabat Nabi Saw. yang bernama Tsa’labah. Ketika dalam kondisi miskin, ia termasuk orang yang rajin shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw., akan tetapi ketika Allah Swt. menganugerahinya harta, maka mulailah hartanya itu menggerogoti keimannya. Ia mulai terlambat shalat, lantaran hewan-hewan ternaknya butuh waktu dan perhatiannya. Tsa’labah mulai sibuk menghitung-hitung harta dan tabungannya. Sibuk membuat perencanaan-perencanaan masa depan diri dan keluarganya. Pikirannnya mulai mengkhayalkan rumah dan kendaraan baru. Sibuk merencanakan bisnis dan proyek baru. Akhirnya, Tsa’labah tidak pernah lagi terlihat shalat berjamaah bersama Rasulullah Saw.

Tsa’labah mulai terbiasa dengan pola hidupnya yang baru, seakan-akan tidak ada perubahan berarti dalam hidupnya. Ia mulai terbiasa shalat di tempat kerjanya, dekat dengan hewan-hewan ternaknya. Dia mulai memperhitungkan setiap detik waktu yang dilaluinya dengan prinsip time is money. Dalam kisah tersebut, akhirnya Tsa’labah benar-benar menginggalkan kewajibannya kepada Allah, hingga Allah Swt. menenggelamkan Tsa’labah bersama seluruh hartanya.

Alternatif Solusi

IbnuQayim Rahimahullah dalam kitabnya ”Al-Fawaid” menjelaskan tentang jebakan-jebakan kehidupan dunia. Beliau menjelaskan bahwa setiap perbuatan manusia, selalu diawali oleh lintasan-lintasan (khawatir) atau gagasan. Faktor inilah yang mengundang munculnya tashawur (gambaran). Dari sini kemudian muncul iradah (kemauan) yang selanjutnya mendorong kehadiran perbuatan (’amal). Apabila perbuatan itu terjadi berulang kali, maka ia akan menjadi kebiasaan.

Oleh karena itu, Ibnu Qayim menegaskan, ”Lawanlah setiap lintasan buruk. Karena jika dibiarkan, ia akan berubah mejadi fikrah (gagasan) buruk. Singkirkanlah fikrah buruk itu, karena jika dibiarkan, ia akan berubah menjadi iradah atau ’azimah (tekad) yang buruk. Perangilah tekad yang buruk itu, karena kalau dibiarkan, ia akan berubah menjadi perbuatan buruk. Dan jika perbuatan buruk itu tidak dilawan, bahkan dilakukan secara berulang-ulang, maka ia akan berubah menjadi kebiasaan buruk. Bila perbuatan buruk itu sudah menjadi kebiasaan, maka kita akan sulit untuk meninggalkannya.”

Setiap tahapan dalam perbuatan, yaitu khawatir-tashawur-iradah-’amal tidak akan meningkat ke tahapan berikutnya sebelum mencapai kestabilan. Misalnya, khawatir tidak akan berubah menjadi tashawur sebelum khawatir itu mencapai kestabilan dan kematangan. Ketika seseorang berada pada level kestabilan dan kematangan baru, umumnya mereka tidak merasakan adanya perubahan yang signifikan pada dirinya. Artinya, perubahan perilaku atau gaya hidup yang terjadi pada seseorang seringkali tidak atau kurang dirasakan oleh dirinya, akan tetapi orang lain melihat perubahan itu secara mencolok.

Maka, agar tidak terbawa arus pusaran gaya hidup Qarusnisme – meminjam istilah ustadz Pondok Gede – maka setiap kader dakwah yang sering bersentuhan dengan pola hidup kalangan atas atau kaum elit, apakah itu di legislatif, eksekutif, atau yudikatif harus sering-sering turba (turun ke bawah) menemui kader-kader dakwah yang beraktifitas di kalangan grass root.

Idealnya seperti Khalifah Umar bin Khathtab yang keliling kampung untuk melihat secara langsung kehidupan rakyatnya. Penting juga untuk para kader dakwah yang saat ini mendapatkan amanah dakwah di lingkungan elit untuk mencari tahu tentang kader-kader dakwah di grass root yang masih bermasalah dalam ma’isyah. Atau menanyakan ke sekolah-sekolah tempat para ikhwah menyekolahkan anak-anaknya tentang siapa saja yang sering menunggak SPP. Atau solusi lain yang membuat para kader dakwah di kalangan elit tidak ”melambung terus ke angkasa” sehingga melupakan yang di bawah. Wallahu a’lam bishshawab.

Read More..